Apa Sih Perbedaan Taaruf dan Pacaran Menurut Islam?

Di artikel ini kami akan jelaskan perihal Apa Sih Perbedaan Taaruf dan Pacaran Menurut Islam?. Mughirah bin Syu’bah meriwayatkan, ia pernah meminang seorang perempuan. Kemudian Nabi Saw. mengatakan kepadanya: “Lihatlah dia! Karena memperhatikan itu lebih bisa menjamin untuk mengekalkan kau berdua”.

Apa Sih Perbedaan Taaruf dan Pacaran Menurut  Islam?

Apa Sih Perbedaan Taaruf dan Pacaran Menurut Islam?

Dalam Islam ta’aruf berarti suatu perbuatan pengenalan dan pendekatan kepada calon pasangan yang dijalankan sebelum melangsungkan pernikahan. Tujuan ta’aruf yaitu mengetahui kriteria calon pasangan. Ta’aruf tidak dapat disamakan dengan pacaran yang orientasinya cuma mengarah pada kenikmatan sesaat.

Sebetulnya pacaran yang Islami itu tidak ada. Perempuan muslim boleh mengetahui banyak laki-laki asalkan tidak untuk dipacari, tapi proses seleksi sebelum menetapkan untuk menikah. Perempuan muslimah boleh menjadi inisiator dalam berta’aruf mengingat perempuan juga mempunyai hak memilih laki-laki yang sesuai untuk diajak nikah dengannya.

Pada lazimnya, laki-laki-lah yang umumnya menjadi inisiator ta’aruf. Walaupun posisi perempuan cuma dipilih. Kalau laki-lakinya merasa cocok dan keluarga perempuan juga sesuai maka kebanyakan mereka setuju untuk melangsungkan pernikahan.

Apa Sih Perbedaan Taaruf dan Pacaran Menurut Islam?

Ta’aruf harus dijalankan untuk saling mengenal lebih jauh karakter masing-masing. Tapi sepertinya masyarakat kita masih tabu jika perempuan agresif menanyakan karakter calon pasangannya. Media ta’aruf bagi perempuan muslim idealnya tidak terbatas dikala akan melangsungkan pernikahan.

Kebanyakan orang membayangkan bahwa ta’aruf dikerjakan lantaran perkenalan antara laki-laki dan perempuan tak berjalan apa adanya, tetapi karena dibantu oleh orang lain (maksudnya dijodohkan / diberi tahu dengan perantara orang lain).

Pergaulan perempuan muslim zaman kini tidak dapat disamakan dengan kondisi zaman dulu, di mana ruang gerak perempuan benar-benar dikuasai. Perernpuan dahulu hanya boleh bergaul dengan sesama perempuan dan ruang geraknya cuma di kawasan domestik (di rumah dan sekitarnya saja).

Apa Sih Perbedaan Taaruf dan Pacaran Menurut Islam?

Ta’aruf yang tidak bertentangan dengan hak-hak perempuan memiliki pengertian bahwa perempuan memiliki ruang yang cukup luas untuk memilih calon pasangannya. Sah-resmi saja saat perempuan muslimah mengerjakan seleksi ketat cocok dengan kriteria yang diharapkan. Posisinya berimbang dengan laki-laki yang juga dapat memilih.

Perempuan muslimah yang jago bergaul dengan banyak orang tidak fair jikalau kemudian dalam menentukan jodohnya cuma terbatas satu alternatif. Alternatif yang terbaik adalah pantas dengan selera ia, bukan selera yang orang lain.

Perjodohan yang berujung pemaksaan kehendak terhadap perempuan lazimnya masih dikerjakan oleh keluarga yang merasa bahwa laki-laki opsi bapak dan ibu yakni yang terbaik diperbandingkan dengan laki-laki yang dia kenal dari pergaulan sehari-harinya.

Apa Sih Perbedaan Taaruf dan Pacaran Menurut Islam?

Dampak dari ta’aruf yang belum memperhatikan hak perempuan dapat mengakibatkan penyesalan dari perempuan. Ta’aruf biasanya bersifat formal sehingga kesan yang dimunculkan benar-benar kaku dan tak bebas. Masing-masing pihak ogah untuk menanyakan sesuatu yang sifatnva privasi.

Ini lebih baik apabila ta’aruf dilaksanakan atas inisiatif berdua dan dijembatani oleh sahabat atau saudara yang mengerti dengan maksud hati dari masing-masing tanpa intervensi dari bapak dan ibu. Waktu untuk melakukan ta’aruf juga tak bisa dipegang.

Minimal hingga masing-masing mendapatkan kejelasan yang diinginkan. Kepura-puraan tak mungkin terjadi karena di sini melibatkan pihak ketiga. Komitmen untuk jujur dan apa adanya menjadi jembatan yang bisa mempermudah pelaksanaan ta\’aruf ke arah yang lebih serius (nikah).

Apa Sih Perbedaan Taaruf dan Pacaran Menurut Islam?

Perbedaan Ta’aruf dengan Pacaran

Diperhatikan dari aktivitasnya, ta’aruf lebih bersifat perkenalan dan tak ada kegiatan zina yang bersifat pornografi ataupun pornoaksi. Untuk mengenal karakter pasangan, tak perlu diadakan pendekatan yang sifatnya intim.

Kita bisa mencari info via teman dekatnya, saudara-saudaranya atau menanyakan secara langsung terhadap yang bersangkutan. Risiko berta’aruf akan membawa imbas kebaikan kedua belah pihak. Kalau berlanjut sampai ke tahapan pernikahan maka kedua belah pihak tidak akan merasa tertipu.

Antara ta’aruf dengan pacaran sifatnya hampir sama adalah perkenalan, ada juga yang mengatakan pacaran sebagai pengerjaan penjajakan sebelum menikah. Yang berbeda adalah kesibukan dan tujuannya. Pacaran lebih condong ke praktik zina, pegang-pegangan, pelukan, kecupan, kencan, pun sampai mengarah ke hubungan seks.

Apa Sih Perbedaan Taaruf dan Pacaran Menurut Islam?

Biasanya, orang yang pacaran selalu berkeinginan kelihatan sempurna di mata pasangannya. Malahan, identitasnya disembunyikan sebab takut jikalau pasangannya tidak berkeinginan menerima dengan kondisi yang sebetulnya. Contohnya, bergaya sebagai orang kaya, janda mengaku perawan, intinya semua serba ditutup-tutupi, dan tak menjadi diri sendiri.

Sifat kepura-puraan hal yang demikian berimbas fatal apabila kekerabatan itu berlangsung hingga ke tahapan pernikahan. Mereka akan saling kecewa dengan sifat aslinya baru dikenal setelah menikah. Intensitas waktu pacaran hanya berjumpa sebagian dikala sangat berbeda dengan hidup pascapernikahan. Dari bangun tidur sampai tidur lagi orang yang dihadapi sama merupakan suami atau istri.

Timbulnya kekerasan dalam rumah tangga tak jarang dikarenakan suami istri dalam pernikahannya tak jujur, sehingga perselisihan akan senantiasa timbul dalam perjalanan rumah tangganya.

Apa Sih Perbedaan Taaruf dan Pacaran Menurut Islam?

Lalu bagaimana apabila pacaran itu dikerjakan dengan tidak berjumpa secara seketika?

Meskipun pacaran tidak dikerjakan bertemu secara jasmani atau via komunikasi telepon / internet tetap saja dilarang. Zina dapat dikerjakan melalui media telepon maupun dunia online.

Dengan fasilitas komunikasi semacam ini, dapat saja kita bermesra-mesraan dengan pacar, bisa memuaskan nafsu dengan saling menunjukkan bagian tubuh yang diinginkan, melalui kamera yang terpasang di handphone atau dunia online misalnya. Kenyataannya, kasus penipuan yang terjadi saat ini banyak diakibatkan oleh perkenalan melalui dunia maya.

Apa Sih Perbedaan Taaruf dan Pacaran Menurut Islam?

Dampak yang dihasilkan dari pacaran seperti ini adalah akibat psikis / trauma. Perempuan lazimnya mengalami traumatik yang lebih besar dibanding laki-laki. Apalagi, jika dalam berpacaran perempuan tersebut telah mengerjakan hal-hal yang tak cocok dilaksanakan.

Perempuan akan merasa bahwa dirinya sudah tidak perawan lagi, sehingga dalam pergaulan dengan lawan jenisnya dia merasa minder dan tidak layak untuk dicintai. Berbeda dengan laki-laki yang lebih santai dengan permasalahan yang pernah dialaminya. Betapa ini dikarenakan tidak ada bukti yang dilabelkan kepada laki-laki yang pernah bermain-main dengan perempuan.

Penjajakan biasanya dikerjakan untuk mengetahui calon suami ataupun istri sebelum menikah. Alangkah indahnya bila penjajakan hal yang demikian dilakukan dengan media ta’aruf bukan pacaran. Dengan niat yang sungguh-sungguh untuk mengenal lebih jauh calon pasangannya, insya Allah akan terdapat pencerahan dari pasangan hal yang demikian.

Demikian info tentang Apa Sih Perbedaan Taaruf dan Pacaran Menurut Islam?, semoga post kali ini bermanfaat buat kawan-kawan semua. Kami berharap postingan ini disebarluaskan agar semakin banyak yang memperoleh manfaat.

Referensi:

Ternyata belajar internet itu mengasyikan, apalagi bisa punya penghasilan 20 jutaan per bulan... rasanya gimana gitu... Tapi gimana cara belajarnya?? Klik gambar di bawah untuk dapat solusinya

loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *